Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar seminar bertajuk “Kandidat Magister Mengabdi” di Jurusan Pendidikan Bahasa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah wajib yang diikuti mahasiswa program magister UNISMA.
Kegiatan ini melibatkan tujuh mahasiswa magister, yaitu Nur Amalia Balqis, Rozanna Ismarika, Wahda Rahma Laila, Usliani, Aprilia Nur Azizah, M. Wildan Nafi’, dan Jumaddil yang berperan sebagai pemateri sekaligus pelaksana kegiatan. Seluruhnya merupakan peserta mata kuliah Kandidat Magister Mengabdi yang ditugaskan untuk merancang, mempersiapkan, sekaligus melaksanakan kegiatan seminar. Mereka tidak hanya bertindak sebagai narasumber dalam beberapa sesi, tetapi juga menangani koordinasi teknis, penyusunan materi, serta pendampingan peserta selama kegiatan berlangsung.
Akhmad Tabrani, selaku dosen pendamping dari Pascasarjana UNISMA mengungkapkan pentingnya kolaborasi akademik sebagai sarana berbagi pengalaman dan memperluas wawasan mahasiswa. Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Jurusan Pendidikan Bahasa UIN SATU Tulungagung yang telah menerima mahasiswa UNISMA untuk melaksanakan kegiatan pengabdian. Ia berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi kolaborasi akademik yang lebih luas di masa mendatang.
Hadir pula dalam kesempatan ini Susanto selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa yang sekaligus membuka acara secara resmi. Turut hadir Muh. Basuni, selaku Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Indonesia, serta Nursamsu, Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan kolaboratif tersebut. Mereka menyambut baik inisiatif mahasiswa magister UNISMA dan berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sebagai bagian dari penguatan atmosfer akademik, pertukaran wawasan, serta peningkatan kompetensi mahasiswa di lingkungan UIN SATU.
Pada sesi pertama, Aprilia Nur Azizah memaparkan materi berjudul Strategi Sukses Raih Beasiswa dalam Negeri. Ia menceritakan perjalanan meraih beasiswa sejak jenjang sarjana dan memberikan motivasi agar mahasiswa aktif mencari peluang.
“Kalau tidak mencari peluang, maka peluang itu akan diambil orang lain. Yang di depan mata, itu yang harus saya kejar dan raih. Harus ada usaha dulu,” tegasnya. Aprilia juga menjelaskan berbagai strategi dan tantangan dalam proses pendaftaran beasiswa yang kemudian ditanggapi peserta melalui diskusi aktif dan berbagi pengalaman pada akhir sesi.
Sementara itu, pada sesi kedua Wahda Rahma Laila yang juga merupakan narasumber dari Pascasarja UNISMA mengajak peserta untuk tidak takut gagal dan terus mencoba. Melalui materi bertajuk Mengurai Inspirasi, Menembus Seleksi: Menyuarakan Mimpi Lewat Esai ia meyakinkan mahasiswa Pendidikan Bahasa bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan proses pembelajaran yang penting. “Kamu bukan gagal karena tidak bisa, tetapi karena tidak pernah mencoba. Kalau kalian merasa tidak lolos beberapa kali, jangan anggap diri tidak berguna. Justru dari ketidaklolosan itu kalian belajar apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Dalam pemaparannya, Wahda membahas teknik menulis esai beasiswa serta strategi menjawab pertanyaan saat wawancara. Sesi ini berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta.
Menjelang penutupan, panitia memberikan hadiah bagi penanya terbaik, dilanjutkan sesi foto bersama dan pengisian kuesioner. Aprilia menutup acara dengan pesan inspiratif agar mahasiswa terus mencari peluang beasiswa.
“Jangan membatasi diri hanya pada informasi dari media sosial. Tetap proaktif mencari kesempatan. Kalaupun gagal, bangkit lagi—jangan berhenti pada satu kesempatan,” pesannya.










