Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UNISMA Gelar Pemaparan Pitch Deck, Lahirkan Inovasi Kewirausahaan Kreatif Bahasa dan Sastra

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UNISMA Gelar Pemaparan Pitch Deck, Lahirkan Inovasi Kewirausahaan Kreatif Bahasa dan Sastra

Kegiatan Akademik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Malang, 17 Juli 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Islam Malang (UNISMA) menyelenggarakan kegiatan pemaparan pitch deck kewirausahaan kreatif bahasa dan sastra pada Jumat (17/7/2026) di Ruang Multikultural Lantai 3 Pascasarjana UNISMA. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini mengusung tema “Menggali Ide, Menginspirasi Inovasi, Membangun Masa Depan Bahasa dan Sastra” dan dihadiri oleh dosen praktisi, mahasiswa, serta perwakilan MGMP Bahasa Indonesia Kota dan Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Acara ini menghadirkan Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP., Kepala Pusat Inkubator Bisnis di Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB) UNISMA, sebagai pembahas utama. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan berbagai program LPKIB yang relevan dengan pengembangan usaha kreatif mahasiswa sekaligus memberikan evaluasi dan masukan konstruktif terhadap setiap presentasi pitch deck yang disampaikan oleh mahasiswa.

Dalam sambutannya, Kaprodi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia UNISMA, Prof. Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi kurikulum yang responsif terhadap tuntutan daya saing global sekaligus penguatan kompetensi profesional dan kewirausahaan mahasiswa pascasarjana. “Mahasiswa MPBI tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga dituntut untuk mengasah keterampilan profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Kewirausahaan kreatif di bidang bahasa dan sastra adalah salah satu jalan untuk mewujudkan itu,” ujar Prof. Dyah.

Tim mahasiswa MPBI mempresentasikan produk inovasi mereka yang terbagi dalam berbagai spektrum. Pada spektrum Edu-Linguistic Start-up, mahasiswa mempresentasikan Platform Pembelajaran BIPA berbasis Wisata dan Budaya Banyuwangi serta Modul Digital Literasi Berbasis Kearifan Lokal. Pada spektrum Industri Konten dan Sastra Digital, mahasiswa menampilkan Prototipe Video Storytelling Cerita Rakyat, Podcast Reflektif, dan Cerita Nusantara. Pada spektrum Publishing dan Creative Literacy, mahasiswa mempresentasikan Rumah Literasi sebagai wadah pengembangan literasi kreatif.

Mata kuliah Kewirausahaan Kreatif Bahasa dan Sastra ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan lima kompetensi utama, yaitu inovasi, komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas yang semuanya dikemas dalam konteks pengembangan usaha di bidang bahasa dan sastra. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring literasi di Malang Raya, sejalan dengan kolaborasi yang telah terjalin antara UNISMA dan berbagai mitra komunitas dan lembaga pendidikan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan lahir wirausahawan-wirausaha baru di bidang bahasa dan sastra yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bahasa dan sastra Indonesia. Kreativitas adalah bahan bakar inovasi, bahasa adalah jembatannya, dan sastra adalah inspirasinya. Program Studi MPBI berkomitmen mengembangkan pendidik dan peneliti di bidang bahasa dan sastra Indonesia yang kompeten, inovatif, dan berjiwa kewirausahaan. Kurikulum MPBI UNISMA dirancang untuk menjawab tantangan global dengan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal yang islami.

Wahda Rahma Laila Awardee Beasiswa Unggulan Sukses dengan Karya Ilmiah Terindeks Scopus

Wahda Rahma Laila Awardee Beasiswa Unggulan Sukses dengan Karya Ilmiah Terindeks Scopus

Artikel, Info Akademik

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Wahda Rahma Laila, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Islam Malang (UNISMA), melalui sederet capaian publikasi ilmiah bereputasi nasional hingga internasional. Di bawah bimbingan Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd., Wahda berhasil mempublikasikan sejumlah karya ilmiah yang secara konsisten mengangkat hubungan antara sastra, kesehatan mental, dan kesadaran ekologis melalui pendekatan humaniora digital dan kajian sastra anak.

Capaian tersebut diraih melalui publikasi artikel internasional bereputasi Scopus Q3 berjudul “The Eco-Poetic Healing Cycle: A Literary Model of Ecological Recovery in the Poetry of Aan Mansyur” yang diterbitkan dalam Journal of Poetry Therapy di bawah penerbit akademik ternama, Taylor & Francis Group, salah satu penerbit ilmiah terkemuka di dunia.

Keberhasilan publikasi Q3 tersebut juga menjadi capaian akademik yang istimewa bagi Wahda. Melalui artikel yang terbit pada jurnal internasional bereputasi itu, Wahda berhasil menyelesaikan studi magister melalui skema bebas tesis sesuai ketentuan Program Pascasarjana UNISMA.

Tak hanya itu, selama menempuh studi pascasarjana di UNISMA, Wahda juga berhasil menerbitkan sejumlah karya ilmiah lain yang tak kalah membanggakan, diantaranya artikel berjudul “Diskursus Perceraian Orang Tua dalam Novel Anak Indonesia dan Implikasinya terhadap Kompetensi Sosial Emosional Anak” yang berhasil diterbitkan dalam jurnal GHANCARAN terindeks SINTA 2. Selain itu, artikel berjudul “Literary Therapy and Child Mental-Health Advocacy in Clara Ng’s Stories” juga berhasil dipublikasikan dalam jurnal BAHASTRA terindeks SINTA 2.

Pada tingkat internasional, Wahda turut mempublikasikan penelitian berjudul “Tracing Cultural Ecology in Bilingual Children’s Literature: A Study of Digital Humanities” dalam International Proceedings VLCPIC 2025 di Universiti Teknologi Malaysia, diikuti dengan sejumlah penelitian lainnya.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi Wahda dalam mengembangkan penelitian yang relevan dengan berbagai isu kontemporer. Berbagai karya yang dihasilkan tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu bahasa dan sastra, tetapi juga menghadirkan perspektif baru dalam menjawab persoalan sosial, kemanusiaan, dan lingkungan melalui pendekatan interdisipliner.

Melalui bimbingan Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd., capaian publikasi nasional maupun internasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan budaya riset, publikasi ilmiah, serta kontribusi akademik pada tingkat global.

Selamat kepada Wahda Rahma Laila atas prestasi membanggakan yang telah diraih. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.

Sambut Festival Sastra 2025, Kolaborasi Unisma-Unikama Ajak Gen Z Hidupkan Sisi Kota yang Terlupa Lewat Cerita Anak

Sambut Festival Sastra 2025, Kolaborasi Unisma-Unikama Ajak Gen Z Hidupkan Sisi Kota yang Terlupa Lewat Cerita Anak

Informasi Lainya

 

 

 

 

 

 

 

Kota bukan sekadar deretan gedung dan jalan raya, melainkan ruang yang menyimpan ribuan cerita.

Semangat inilah yang diusung dalam kolaborasi apik antara Kandidat Magister Mengabdi (KMM) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang (Unisma) dan Prodi PBSI Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).

Rahutami, M.Hum., Kaprodi PBSI Unikama, menyebut kerja sama ini memperkuat jejaring literasi di Malang Raya. “Ini bukan hanya soal program akademik, tapi bagaimana mahasiswa berkembang sebagai calon pendidik dan penulis yang peka zaman,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kaprodi MPBI Unisma, Prof. Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M.Pd., menekankan bahwa program KMM adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa pascasarjana.

“Mahasiswa magister tidak hanya belajar di kelas, tapi turun tangan mengasah keterampilan profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Dyah pada beritajatim.com, Senin (17/11/2025).

Daya tarik utama acara ini terletak pada sesi materi yang menarik. Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk membedah sastra anak dari berbagai sisi.

Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd. membahas psikologi anak, memastikan cerita yang dibuat relevan dengan perkembangan mental pembaca cilik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd. mengajak peserta deep dive memaknai kota. Ia menekankan bahwa sejarah, ruang, dan dinamika sosial kota bisa diolah menjadi narasi yang menyentuh hati.

Riska Amaliah, M.Pd. memandu sesi praktik menulis dengan pendekatan komunikatif. Ia mengajak peserta untuk mengubah pengalaman pribadi peserta menjadi draf cerita yang utuh.

Suasana semakin hidup saat sesi presentasi karya. Banyak peserta mengaku baru menyadari bahwa sudut-sudut kota yang sering mereka abaikan ternyata bisa disulap menjadi cerita anak yang hangat dan edukatif. Umpan balik langsung dari narasumber membuat proses belajar terasa dialogis dan suportif.

Unisma dan Unikama menggelar Lokakarya Penulisan Sastra Anak bertajuk “Kota, Kisah, dan Hal-hal yang Terlupa” di Auditorium Multikultural Unikama, Sabtu (15/11/2025). Agenda ini menjadi pemanasan resmi menuju perhelatan besar Festival Sastra Kota Malang 2025.

Acara yang dihadiri oleh 41 peserta dari kalangan mahasiswa dan penggiat literasi ini tidak sekadar bicara teori. Nurul Kholifah, S.Pd., Ketua Pelaksana acara, menegaskan bahwa lokakarya ini dirancang untuk membuka mata peserta yang didominasi anak muda bahwa realitas sosial di sekitar mereka adalah bahan bakar kreativitas yang tak habis-habisnya.

“Kami memilih tema ini untuk mengajak peserta melihat kota sebagai ruang penuh cerita. Menulis cerita anak bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi sarana membangun empati, merekam realitas sosial, dan menghadirkan nilai kemanusiaan bagi pembaca usia dini,” ujar Nurul.

Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerjasama mahasiswa MPBI Unisma Semester 3. Tim yang terdiri dari Nurul Kholifah, Ahmad Fauzan, Nur Alfan, Luluk Ernawati, Ike Suharwati, Kalina Dewantara, dan Khoirur Rizal ini membuktikan kapasitas mereka dalam memanajemen event literasi berkelas.

Nurul berharap, output dari lokakarya ini akan melahirkan penulis muda baru yang siap meramaikan Festival Sastra Kota Malang 2025 mendatang.

“Kota menyimpan banyak cerita yang sering kita abaikan. Lewat sastra anak, kita hidupkan kembali kisah itu dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna,” kata Nurul, menutup.