Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Islam Malang (Unisma) bersinergi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs Kota Bontang menggelar pelatihan bertajuk Peningkatan Kapasitas Manajemen dan Guru: Mewujudkan Pembelajaran Digital yang Efektif dan Inovatif. Agenda tersebut dihelat selama dua hari di Hotel 101 Malang OJ, Selasa dan Rabu (25–26/8/2026).
Ketua Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Pascasarjana Unisma, Prof. Dr. Dyah Werdiningsih, M.Pd., menjelaskan bahwa ?pelatihan ini secara khusus menyasar jajaran kepala sekolah serta guru SMP/MTs se-Kota Bontang. Arahnya guna mengakselerasi kepemimpinan digital kepala sekolah, mematangkan kompetensi pedagogi para pendidik.
Selain itu, acara ini untuk membangun ekosistem digital sekolah yang berkelanjutan. Dalam sesi materinya, Prof Dyah menegaskan pentingnya pemahaman utuh terkait kepemimpinan digital dan adaptasi teknologi di ruang kelas.
?”Kepemimpinan digital di lingkungan sekolah setidaknya harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu tata kelola kelembagaan berbasis digital, kebijakan operasional yang adaptif, serta visi kepemimpinan yang tanggap terhadap perkembangan zaman,” ungkap Prof. Dyah.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa para tenaga pendidik hari ini dituntut menguasai pedagogi digital mutakhir, mulai dari integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pembelajaran, penanaman etika serta literasi digital, hingga dorongan kreativitas instruksional.
“?Pada agenda hari pertama, peserta mendalami materi kepemimpinan digital, pedagogi guru, hingga Focus Group Discussion (FGD) guna merancang peta jalan adaptasi digital di instansi masing-masing,” kata Prof Dyah pada beritajatim.com.
Sementara pada hari kedua, rombongan melakukan observasi lapangan ke SMPN 16 Malang dan SMPN 20 Malang untuk meninjau langsung implementasi tata kelola berbasis TIK serta budaya inovasi sekolah.
Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pascasarjana Unisma dan MKKS SMP/MTs Kota Bontang. Kemitraan strategis ini diproyeksikan tidak sekadar berhenti pada pelatihan formal, melainkan terus berlanjut melalui pendampingan berkala, riset kolaboratif, serta supervisi kurikulum digital secara komprehensif.
“Kolaborasi ini kami harapkan memicu dampak nyata bagi akselerasi mutu pendidikan di Kota Bontang, sehingga transformasi digital dapat terinternalisasi secara utuh ke dalam manajemen, pola ajar, dan budaya sekolah,” kata Prof Dyah menutup. (dan/ian)


