2 Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Lulus Tanpa Menulis Tesis

2 Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia Lulus Tanpa Menulis Tesis

Artikel, Penelitian Karya Ilmiah

 

 

 

 

 

 

 

2 (dua) mahasiswa Program Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBI) Universitas Islam Malang lulus tanpa menulis tesis. Capaian kelulusan tanpa menulis tesis sebagai apresiasi karena berhasil menerbitkan publikasi artikel ilmiah di jurnal terakreditasi Sinta 2.

Dua mahasiswa tersebut adalah Yuanita Widiastuti dan Oktavia Winda Lestari. Yuanita Widiastuti memimpin publikasi pada KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (e-Journal). Yunanita menulis artikel berjudul “Preferensi media bacaan sastra siswa SMAN 1 Kraksaan: Cetak atau digital?“. Yuanita dibantu oleh rekannya, Oktavia Winda Lestari sebagai penulis kedua dan Bu Dr. Ari Ambarwati, M.Pd yang membimbing penulisan karya ilmiah ini.

Selain, sebagai penulis kedua Oktavia juga menjadi penulis pertama pada publikasi di Eralingua; Jurnal Pendidikan Asing dan Sastra dengan judul “Lexicon in Tradition Kuih Ashura Malay Society Nakhon Si Thammarat Thailand: An Ethnolinguistic Study“. Oktavia dibantu juga oleh Yuanita Widiastuti sebagai penulis kedua, Prof. M. Jazeri, M.Pd sebagai penulis ketiga dan Dr. Hasan Busri, M.Pd sebagai penulis keempat.

SK Rektor Apresiasi Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Mahasiswa yang berhasil terpublikasi tulisannya tidak diwajibkan lagi menyusun tesis, sesuai dengan SK Rektor Universitas Islam Malang Nomor 585/G152/U.AK/L.16/XII/2019. Putusan SK Rektor untuk mahasiswa S2 tersebut berbunyi

“Jika mahasiswa bisa mempublikasikan hasil penelitian atau karya ilmiah minimal 2 pada jurnal nasional terindeks Sinta 1 atau 2 sebelum yang bersangkutan memprogram tesis, diberi penghargaan bebas proses penyelesaian tesis. Nilai tesis akan dikonversi dari karya ilmiah tersebut dengan nilai A”.

Keberhasilan mahasiswa untuk lulus tanpa tesis merupakan buah dari usaha dan tekad yang gigih dalam menulis. Selain itu, publikasi ilmiah juga hasil dari proses dan kesabaran mengikuti arahan dan pembimbingan dari bapak/ibu dosen.

Penghargaan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman dan keahlian mahasiswa di bidang publikasi. Keberhasilan di bidang publikasi ini juga dibutuhkan oleh lembaga perguruan tinggi untuk menunjang akreditasi program studi karena akan meningkatkan rating lembaga. (IS/AL/PPS)

 

Kunjungan Wakil Presiden RI (KH. Ma’ruf amin) Ke Universitas Islam Malang

Artikel

RI-2-ke-UNismaDalam rangka Dies Natalis ke 39 Universitas Islam Malang menghadirkan K.H. Ma’ruf Amin Wakil Presiden Republik Indonesia menjadi Narasumber dari Studium Generale dengan tema Spirit Islam Nusantara dalam Mengembangkan Ekonomi Ummat dan launching Unisma sebagai Kampus Pelopor Gerakan Anti Radikalisme pada Rabu, 27 November 2019 di Gedung Bundar Al-Asyari, Auditorium Prof. Dr. KH. Mohammad Tholhah Hasan, Kampus Unisma.

Presiden Jokowi pada 29 Maret 2018  hadir ke kampus kebanggaan warga nahdliyin ini untuk meresmikan gedung yang berkapasitas 7000 orang. Dan pada periode kedua seusai dilantik, Wakil Presidennya K.H. Ma’ruf Amin yang diberi amanat untuk mengawal gerakan anti radikalisme, hadir di Unisma dan akan menggunakan gedung yang sama.

Unisma sebagai Perguruan Tinggi Islam, salah satu visinya ialah memberikan bekal kepada mahasiswa agar mereka mengerti dan memahami tentang ajaran islam yang moderat, harmoni, toleran dan proporsional, saling tolong menolong satu sama lain. Sehingga saat lulus akan menjadi pelopor pembangunan dengan situasi harmoni yang menghargai perbedaan, baik budaya, etnis maupun golongan yang ada di Indonesia hingga saling melengkapi satu sama lain.

K.H. Ma’ruf Amin Wakil Presiden Republik Indonesia menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan khusus dengan Unisma, “Putri sulung saya merupakan Alumni Fakultas Hukum Unisma Malang angkatan tahun 1992 dan lulus tahun 1996” ujarnya.

Dengan hadirnya Wakil Presiden ke-13 Republik Indonesia, diharapkan mampu memberikan angin segar tentang Islam Wasathiyah dan memberikan sebuah pemahaman baru kepada sivitas Unisma guna memperkuat posisi Unisma yang mengembangkan Islam Wasathiyah. Islam yang harmoni dan toleran akan semakin kuat karena di Unisma ini berbagai aktifitas yang ada, baik itu kulikuler atau non kulikuler yang build-in didalamnya.

Menurut Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si. K.H. Ma’ruf Amin ialah sosok yang betul betul paham terhadap paham  islam wasatiyah atau paham ajaran islam jalan tengah sehingga sangat layak jika Presiden RI memeberikan mandat kepada beliau untuk mengawal tentang anti-radikalisme maupun deradikalisasi. Hal ini dirasa klop antara keinginan Presiden dengan Unisma  sebagai sebuah institusi yang mengembangkan sumber daya manusia. Kedepan Alumni Unisma akan menghiasi banyak sektor dan mengembangkan berbagai corak kehidupan yang harmoni.

Sederet tamu penting yang hadir di Unisma pada hari itu diantaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, Bupati dan Walikota se-Malang-raya, Syuriyah dan Tanfidziyah se-Malang-raya, Para Rektor Perguruan Tinggi se-Malang-raya, Kopertis  dan Kopertais, serta Bank Mitra Universitas Islam Malang dan masih banyak lagi.